logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

‎Akselerasi Sanitasi Aman: DPUPR Lebak Matangkan Monev Lapangan di 7 Desa Lokus SPALD

50
×

‎Akselerasi Sanitasi Aman: DPUPR Lebak Matangkan Monev Lapangan di 7 Desa Lokus SPALD

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Pemerintah Kabupaten Lebak terus memacu pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat melalui percepatan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Tahun Anggaran 2026.
‎
‎Guna memastikan program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kabupaten Lebak ini berjalan optimal, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) bersama Konsultan Manajemen Kabupaten (KMK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif, Jumat (25/9/2026).
‎
‎Rakor yang dipimpin oleh Koordinator TFL sekaligus Penanggung Jawab Swakelola Tipe III, Futeh Sirazudin, S.Pd., bersama delapan personel TFL terdiri dari unsur teknis dan pemberdayaan ini memfokuskan pembahasan pada evaluasi capaian, mitigasi kendala geografis, serta penyusunan timeline Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama dinas terkait.
‎
‎Hingga akhir September 2026, rata-rata progres fisik pembangunan fasilitas SPALD di tujuh desa lokus prioritas telah menyentuh angka 45 persen.
‎
‎Adapun ketujuh desa yang menjadi fokus intervensi tersebut adalah:
‎
‎• Kecamatan Cigemblong: Desa Cikate
‎
‎• Kecamatan Malingping: Desa Sumberwaras
‎
‎• Kecamatan Cibadak: Desa Mekar Agung
‎
‎• Kecamatan Bojongmanik: Desa Harjawana
‎
‎• Kecamatan Maja: Desa Gubugan Cibeureum
‎
‎• Kecamatan Muncang: Desa Cikarang
‎
‎• Kecamatan Warunggunung: Desa Banjarsari
‎
‎Dalam skema Swakelola Tipe III ini, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) memegang peran krusial.
‎
‎KSM berkolaborasi aktif dengan Kepala Desa dalam memvalidasi data By Name By Address (BNBA) untuk menjamin akurasi sasaran penerima manfaat.
‎
‎”Rakor berkala ini menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas program. Kami ingin memastikan validasi data penerima dari KSM benar-benar presisi, pasokan material berjalan tanpa hambatan, dan yang paling utama, mutu konstruksi tangki septik kedap yang sesuai standar SNI tetap terjaga dengan baik,” ujar Futeh Sirazudin.
‎
‎Meski demikian, dinamika di lapangan tetap menghadirkan tantangan tersendiri.
‎
‎TFL Desa Cikarang, Dedi Sumarna, melaporkan bahwa kondisi geografis yang ekstrem, seperti akses jalan yang sempit dan menanjak, membuat distribusi material ke beberapa titik hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua.
‎
‎Sementara di Desa Cikate, tim di lapangan harus menghadapi lapisan batu cadas dan batu kali yang keras saat proses penggalian fondasi.
‎
‎Merespons laporan tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Verediana Ginanjar, ST., memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat tim lapangan.
‎
‎Pihaknya menegaskan siap turun langsung memimpin Monev Lapangan dalam waktu dekat.
‎
‎”Langkah koordinasi ini sangat positif untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan di lapangan. Kami di Bidang Cipta Karya DPUPR Lebak segera menjadwalkan
‎ Monev terpadu ke tujuh desa tersebut bersama seluruh instrumen pendukung. Komitmen kami jelas, memastikan progres fisik ini terus bergerak menuju 100 persen dengan kualitas sanitasi aman yang berkelanjutan, sekaligus sebagai daya dukung nyata dalam menekan angka stunting di Kabupaten Lebak,” tegas Verediana.
‎
‎Sinergi yang semakin solid antara DPUPR, TFL, KMK, KSM, hingga jajaran Kepala Desa diharapkan menjadi kunci sukses terwujudnya visi besar daerah: Kabupaten Lebak Bebas BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dan Bebas Stunting.
‎
‎(Endang Mulyawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY