logo tb
BeritaDaerahJawa TimurNasionalNewsSurabayaTerkiniTNI / POLRI

HUT ke-80 Jalasenastri, Ratusan Istri Prajurit TNI AL Serbu Donor Darah di Surabaya demi Amankan Stok PMI

76
×

HUT ke-80 Jalasenastri, Ratusan Istri Prajurit TNI AL Serbu Donor Darah di Surabaya demi Amankan Stok PMI

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Surabaya – Jawa Timur, Menipisnya persediaan kantong darah di Kota Surabaya mendorong aksi nyata dari jajaran istri prajurit TNI Angkatan Laut.

Melalui organisasi Jalasenastri, para anggota bersinergi menggelar aksi donor darah massal di Mako Koarmada II, Surabaya, Minggu (9/8/2026).

Homestay Kampung Landeuh

Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi kelangkaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), khususnya untuk golongan darah yang mulai menipis dan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Data Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya per Agustus 2026 mencatat angka ketersediaan stok darah bergerak fluktuatif dari jam ke jam, dengan stok golongan darah O dilaporkan mulai menipis.

Kondisi dinamis tersebut memicu respons cepat Jalasenastri untuk memastikan ketersediaan darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan tindakan medis mendadak.

Khusus di Koarmada II Surabaya, aksi sosial ini menargetkan pengumpulan 500 kantong darah.

Aksi di Surabaya ini menjadi bagian dari gerakan serentak secara nasional.

Ketua Umum Jalasenastri, Fera Muhammad Ali, menjelaskan bahwa bakti sosial ini diselenggarakan sekaligus dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Jalasenastri tahun 2026

“Dalam Peringatan HUT ke-80 Jalasenastri tahun 2026 ini, kita menggelar bakti sosial donor darah. Secara keseluruhan ditargetkan terkumpul hingga 5.000 kantong darah untuk PMI agar dapat membantu masyarakat luas yang sedang membutuhkan,” ujar Fera Muhammad Ali di sela-sela kegiatan, Minggu (9/8/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi. Tidak hanya diikuti oleh para istri prajurit TNI AL, aksi donor darah ini juga melibatkan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), prajurit TNI AL, hingga masyarakat umum yang ingin berbagi kehidupan.

Setiap calon pendonor harus melewati serangkaian screening kesehatan ketat, seperti batas usia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kg, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb).

Setelah dinyatakan lolos kualifikasi, proses pengambilan darah berlangsung sekitar 10–15 menit, dilanjutkan dengan masa pemulihan dan pemberian asupan nutrisi penambah energi.

Melalui sekantong darah yang didonorkan, para istri prajurit ini berharap dapat menyambung asa dan memberikan harapan hidup baru bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan penyakit.

(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY