Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu, Warga Dusun Limas Jaya, Dusun 9 dan Dusun 10 Sebayur Jaya, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan kondisi Jembatan Air Serangai dan jalan yang tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.

Padahal, kedua akses tersebut merupakan jalur utama anak-anak untuk berangkat sekolah.
Beginilah kondisi Jalan Dusun Limas Jaya, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, kalau diguyur hujan.
Jalan berubah menjadi kubangan lumpur, licin dan penuh bebatuan. Anak-anak sekolah terpaksa berjalan kaki menembus lumpur, bahkan harus mendorong sepeda motor yang terjebak lumpur, demi mencapai cita-citanya.
Tidak hanya jalan, kondisi Jembatan Air Serangai juga sangat memprihatinkan. Jembatan tersebut berada di perbatasan Dusun 10 Sebayur Jaya, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, yang berbatasan langsung dengan Desa Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara.
Jembatan Air Serangai tersebut sempat viral beberapa bulan lalu karena rusak dan membahayakan pengguna jalan.
Karena tak kunjung diperbaiki, masyarakat akhirnya melakukan perbaikan secara swadaya. Warga bergotong royong mengganti lantai jembatan yang rusak dengan media bambu seadanya, agar tetap bisa dilalui anak-anak sekolah.
Seperti terlihat pada foto dan video yang dikirim warga, Sabtu (7/11/2026), sejumlah anak sekolah dasar tampak berjalan hati-hati melintasi jembatan bambu tersebut.
Pagar pembatas di kiri-kanan jembatan sudah miring dan rusak, sementara lantai bambu akan sangat licin saat hujan.
Tokoh pemuda sekaligus tokoh masyarakat Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Etal Wijaya, mengatakan, warga sebenarnya sudah mendengar adanya alokasi anggaran untuk pembangunan Jembatan Air Serangai pada tahun 2026.
Namun hingga kini, anggaran tersebut belum juga terealisasi.
“Kasihan anak-anak kalau mau berangkat menimba ilmu. Kalau hujan, jalan ini becek luar biasa, licin, motor saja susah lewat. Jembatan Air Serangai ini sempat viral beberapa bulan lalu. Karena tidak ada perbaikan, masyarakat akhirnya swadaya sendiri diganti dengan bambu,” ujar Etal Wijaya.
“Kami dengar ada alokasi anggaran jembatan ini di tahun 2026, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Kami dan warga sangat menunggu perhatian khusus dari Pemda,” tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Utara segera turun tangan, memperbaiki jalan dan merealisasikan pembangunan Jembatan Air Serangai secara permanen.
“Jangan menunggu sampai ada anak yang jatuh dan terluka. Kami minta jalan dan jembatan ini segera diperhatikan, karena ini jalan anak-anak kami menuntut ilmu,” tegas Etal Wijaya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kapan perbaikan jalan di Dusun Limas Jaya, Dusun 9, Desa Air Sebayur dan pembangunan Jembatan Air Serangai di perbatasan Dusun 10 Sebayur Jaya, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya dengan Desa Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya tersebut akan dimulai.
(Johan SP)














