Targetberita.co.id Lebak – Banten, Tumpukan sampah yang terlihat di bahu jalan depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ciboleger, Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai pengelolaan sampah di kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk menuju destinasi wisata budaya Baduy.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kantong sampah terlihat menumpuk di sepanjang bahu jalan, berdekatan dengan tembok pembatas dan area yang biasa dilalui kendaraan maupun masyarakat.
Keberadaan sampah tersebut menambah kesan kumuh di lingkungan yang seharusnya dijaga kebersihan dan keindahannya.
Persoalan ini menjadi perhatian karena Ciboleger dikenal sebagai pintu masuk wisatawan yang hendak mengunjungi kawasan Saba Budaya Baduy.
Kebersihan lingkungan di wilayah tersebut semestinya menjadi prioritas bersama, terutama dalam mendukung kenyamanan masyarakat, wisatawan, serta menjaga citra wisata budaya Baduy.
Sorotan pun mengarah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, khususnya terkait ketersediaan fasilitas dan lahan penampungan sampah yang memadai di kawasan tersebut.
Tidak adanya lokasi penampungan sampah yang dinilai memadai di sekitar pintu masuk Saba Budaya Baduy menimbulkan kekhawatiran.
Apabila tidak segera ditangani, persoalan ini berpotensi menjadi masalah lingkungan yang berulang, terlebih jika volume sampah terus meningkat seiring aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan.
Jangan Sampai Pintu Masuk Baduy Menjadi Wajah Persoalan Sampah
Kawasan wisata budaya seharusnya mencerminkan kebersihan, ketertiban, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Penumpukan sampah di bahu jalan bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan apabila dibiarkan berlarut-larut.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan segera melakukan peninjauan lapangan, memastikan penyebab penumpukan sampah, serta mencari solusi konkret melalui penyediaan lokasi penampungan sementara yang layak dan sistem pengangkutan sampah secara rutin.
Selain itu, koordinasi antara DLH Kabupaten Lebak, pemerintah desa, pengelola kawasan wisata, dan masyarakat setempat dinilai penting agar persoalan sampah tidak hanya diselesaikan sesaat, tetapi melalui sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Kawasan Ciboleger sebagai pintu masuk wisata Baduy semestinya mendapat perhatian serius.
Jangan sampai kawasan yang menjadi gerbang pengenalan budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy justru tercoreng oleh persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak terkait kondisi tersebut.
Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan.
(Apiyudin)














