logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

Ketua Adat Bali Kunjungi Desa Adat Kanekes, Disambut Hangat Jaro Oom

115
×

Ketua Adat Bali Kunjungi Desa Adat Kanekes, Disambut Hangat Jaro Oom

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Kunjungan rombongan tokoh dan ketua adat dari Bali ke Desa Adat Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, berlangsung penuh kehangatan dan nuansa persaudaraan budaya, pada Jumat (15/5/2026).

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Rombongan yang berjumlah sekitar 175 orang ini berasal dari Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Kedatangan mereka dalam rangka studi tiru serta mendalami adat istiadat, disambut langsung oleh Kepala Desa Adat Kanekes, Jaro Oom, beserta para tokoh masyarakat adat Baduy.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, rombongan tampak antusias mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat adat Baduy yang hingga kini dikenal masih teguh menjaga tradisi leluhur dan kearifan lokal.

Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat adat dari dua daerah berbeda, yaitu Bali dan Banten.

Selain berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tata kelola adat dan budaya, kegiatan juga diisi dengan peninjauan ke kawasan pemukiman adat serta prosesi tukar‑menukar cinderamata sebagai simbol persaudaraan yang erat.

Jaro Oom menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kunjungan rombongan adat Bali ke wilayahnya.

Ia berharap hubungan baik antar sesama masyarakat adat di Indonesia terus terjalin kokoh demi menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara.

“Kami menyambut baik kedatangan saudara‑saudara dari Bali. Semoga silaturahmi ini membawa manfaat serta semakin memperkuat persatuan dan persaudaraan antar masyarakat adat di tanah air,” ujar Jaro Oom.

Sementara itu, perwakilan rombongan adat Bali mengaku sangat kagum dan mengapresiasi keteguhan masyarakat Baduy yang tetap memegang teguh adat istiadat, serta mampu hidup selaras dan harmonis dengan alam di tengah pesatnya perkembangan zaman modern.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, hangat, dan penuh rasa hormat terhadap nilai‑nilai budaya serta kearifan lokal masing‑masing daerah.

(Apiyudin)

Penulis: ApiyudinEditor: Datur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *