Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. Firdaus, S.Pd., M.Pd., memberikan perhatian serius terhadap kasus anak putus sekolah akibat tekanan psikologis dari persoalan utang orang tua kepada rentenir.
Beliau menegaskan bahwa masa depan dan hak belajar anak tidak boleh dikorbankan oleh masalah finansial keluarga.
Firdaus menghimbau para orang tua agar lebih bijak dan berhati-hati sebelum memutuskan untuk meminjam uang.
Langkah preventif ini penting agar keluarga tidak terjebak dalam lingkaran utang yang berisiko merusak masa depan anak-anak mereka.
Menurutnya, anak-anak seyogianya steril dari beban finansial orang tua. Sangat disayangkan jika konsentrasi dan kesempatan mereka untuk mengenyam pendidikan harus terputus di tengah jalan akibat persoalan tersebut.
Guna mengantisipasi dampak ekonomi keluarga, Firdaus kembali menegaskan komitmen pemerintah bahwa layanan pendidikan saat ini sudah digratiskan.
Oleh karena itu, faktor ekonomi seharusnya tidak lagi menjadi dinding penghalang bagi anak untuk terus bersekolah.
”Kami meminta orang tua untuk sangat berhati-hati dan matang dalam mempertimbangkan pinjaman keuangan, jangan sampai terjebak oleh rentenir,” ujar Firdaus dalam himbauannya.
Persoalan ini menjadi refleksi bersama bahwa beban utang orang tua tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi, tetapi juga mengancam rasa aman, kondisi psikologis, serta keberlangsungan edukasi anak.
Pendidikan anak harus tetap diletakkan sebagai prioritas utama.
Jangan sampai hak mendasar mereka untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih cerah terenggut oleh mata rantai utang orang tua.
( Johan SP)
Langkah Responsif Kadisdik Bengkulu Utara: Tegaskan Sekolah Gratis, Minta Orang Tua Lindungi Hak Pendidikan Anak dari Jerat Utang













