logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Pedagang di Luar Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Akses jadi Perhatian

87
×

Pedagang di Luar Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Akses jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Aktivitas pedagang ikan dan pedagang kaki lima (PKL) di luar kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, bakal ditata ulang. Perumda Pasar Jaya tengah menyiapkan langkah relokasi pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar untuk diarahkan masuk ke dalam kawasan yang telah disediakan.

Penataan tersebut menjadi perhatian setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar berusia 18 tahun, Hammamshidqi Hammamut, pada Senin (17/8/2026) lalu.

Paket Edukasi

Kejadian itu turut mendorong pemerintah untuk melihat kembali kondisi kawasan di sekitar pasar, termasuk aktivitas perdagangan yang berpotensi mengganggu akses dan kelancaran lalu lintas.

Direktur Keuangan Perumda Pasar Jaya Deni Alfianto Amris menjelaskan, arahan relokasi tersebut telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Menurutnya, penataan tidak bisa dilakukan hanya oleh pengelola pasar karena menyangkut berbagai aspek di ruang publik.

“Pak Gubernur Pramono Anung sudah memberikan perintah bahwa yang pedagang di luar itu harus dipindahkan ke dalam. Ini artinya akan jadi atensi juga untuk Pasar Jaya, SKPD dan Wali Kota yang menaunginya, yakni Jakarta Timur,” kata Deni di Kantor Perumda Pasar Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut Deni, koordinasi penting dilakukan karena penataan pedagang di luar pasar tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan pasar, tetapi juga menyangkut akses jalan, ketertiban kawasan, hingga keterlibatan instansi lain yang memiliki kewenangan.

“Nah saat ini tim lagi berkoordinasi dengan SKPD dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin untuk menindaklanjuti ini. Harusnya sore ini sudah ada keputusannya gitu,” ucap Deni.

Selain itu, keberadaan pedagang di luar pasar merupakan persoalan yang perlu ditangani secara lebih terstruktur karena aktivitasnya dapat memengaruhi akses menuju pasar.

Menurut dia, akses merupakan salah satu kunci utama dalam keberlangsungan sebuah pasar.

Apabila akses menuju pasar terganggu karena kepadatan aktivitas di luar, kondisi tersebut dapat menurunkan kenyamanan masyarakat untuk berbelanja.

“Pasar itu kuncinya adalah akses. Kalau aksesnya sudah berantakan, pasarnya juga akan menjadi jelek. Orang juga pasti malas ke pasar,” ujar Deni.

Oleh karena itu, Pasar Jaya tidak hanya ingin memindahkan pedagang dari luar ke dalam, tetapi juga membangun pola pengelolaan kawasan pasar yang lebih menyeluruh.

Lebih lanjut, Deni menilai, keberadaan PKL seharusnya tidak dibiarkan berkembang hingga menjadi kebiasaan yang sulit ditertibkan.

Menurut dia, keberadaan pedagang di luar pasar tidak seharusnya dibiarkan dalam jangka waktu panjang hingga akhirnya menjadi kebiasaan di kawasan tersebut.

Dia berharap, pendekatan melalui sosialisasi dan edukasi ini dapat membuat pedagang memahami tujuan penataan sekaligus mendapatkan informasi yang memadai mengenai kegiatan usaha di dalam pasar.

“Dengan demikian, penataan PKL tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas usaha para pedagang,” ucap Deni.

Pengelola pasar perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi kawasan sehingga keberadaan PKL dapat diketahui dan ditangani sejak awal.

(Agus)

PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY