logo tb
BeritaDaerahKab. Serdang BedagaiNasionalNewsSumatera UtaraTerkini

Wujudkan Tata Kelola Bersih, Inspektorat Sergai Selamatkan Ratusan Juta Rupiah Keuangan Negara

76
×

Wujudkan Tata Kelola Bersih, Inspektorat Sergai Selamatkan Ratusan Juta Rupiah Keuangan Negara

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Serdang Bedagai – Sumatera Utara, Komitmen Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) dalam menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel kembali membuahkan hasil nyata.

‎Melalui fungsi pengawasan yang ketat, Inspektorat Kabupaten Sergai berhasil mengembalikan kerugian negara dari dua temuan berbeda dengan total capaian melebihi Rp. 450 juta.

‎Suntikan pengembalian perdana bersumber dari Transaksi Ganti Rugi (TGR) Pemerintah Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan.

‎Uang negara sebesar Rp. 434 juta tersebut kini telah disetorkan kembali secara utuh ke kas desa.

‎Sementara itu, temuan kedua berasal dari audit kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perikanan tahun anggaran 2023.

‎Inspektorat menemukan adanya kelebihan bayar senilai Rp. 16,5 juta pada proyek pembangunan sarana air bersih bagi nelayan.

‎Menindaklanjuti temuan tersebut, dana kelebihan bayar kini telah dilego kembali ke kas penerimaan daerah Pemkab Sergai.

‎Inspektur Kabupaten Serdang Bedagai, Johan Sinaga, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kendur dalam mengawal setiap rupiah aliran keuangan negara agar tetap berada koridor hukum dan tidak merugikan daerah.

‎“Inspektorat akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pendampingan secara melekat terhadap penggunaan anggaran negara. Baik di tingkat pemerintahan desa maupun Perangkat Daerah, kami pastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Johan saat memberikan keterangan pada Selasa (19/5/2026) sore.

‎Johan memaparkan bahwa pemulihan aset ini merupakan buah manis dari tindak lanjut hasil pemeriksaan (TLHP) yang rutin digelar di lingkungan pemerintah daerah.

‎Ia menambahkan, Inspektorat selalu mengedepankan aspek preventif dan pembinaan sebelum menjatuhkan sanksi yang lebih berat.

‎“Jika ditemukan indikasi pelanggaran anggaran, langkah awal kami adalah melakukan pembinaan kepada instansi terkait. Kami berikan asistensi berupa rekomendasi perbaikan atau instruksi pengembalian kerugian negara dengan tenggat waktu yang terukur sesuai regulasi,” imbuhnya.

‎Meski baru dua instansi yang merampungkan kewajiban pengembaliannya, Inspektorat Sergai memastikan proses audit dan monitoring terhadap sektor lain tetap berjalan simultan.

‎“Langkah ini merupakan perwujudan visi kami untuk terus menjaga serta merawat integritas birokrasi yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” pungkas Johan.

‎(Roni P Purba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *