Targetberita.co.id Jakarta, PT Decorient Partaya Indonesia (Decorient) dipercaya menjadi kontraktor utama dalam proyek restorasi Rumah Raden Saleh di kompleks RS PGI Cikini, Jakarta Pusat.
Proyek pemugaran bangunan bersejarah peninggalan maestro pelukis Indonesia tersebut menjadi salah satu pekerjaan istimewa bagi Decorient karena membutuhkan ketelitian tinggi untuk mempertahankan keaslian arsitektur dan material bangunan yang telah berusia lebih dari satu setengah abad Bahan Bangunan
Director of Strategy & Business Development PT Decorient Partaya Indonesia, Benny Handoko, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek tersebut berawal dari komunikasi dengan arsitek Yori Antar pada 2025.
Keduanya sebelumnya telah bekerja sama dalam proyek pembangunan sekolah Santa Ursula di kawasan Penajam, Kalimantan Timur, dekat Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari hubungan profesional tersebut, Yori Antar kemudian mengajak Decorient terlibat dalam pemugaran Rumah Raden Saleh.
Tawaran itu menarik perhatian Benny karena Decorient memiliki pengalaman dalam menangani restorasi bangunan cagar budaya, khususnya Gedung Arsip Nasional di Jakarta.
Dalam proyek Gedung Arsip Nasional pada 1998, Decorient bekerja sama dengan Han Awal Partners yang dipimpin arsitek Han Awal.
Restorasi tersebut kemudian mendapatkan penghargaan UNESCO Asia-Pacific Heritage Award for Cultural Heritage Conservation pada 2001 dengan penilaian excellent.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan Yori Antar untuk mengajak Decorient menangani Rumah Raden Saleh.
“Kami memiliki pengalaman bersama dalam merestorasi Gedung Arsip Nasional yang mendapatkan penghargaan UNESCO. Karena itu, Pak Yori ingin mendapatkan kontraktor berkualitas yang mampu mengerjakan pemugaran Rumah Raden Saleh dengan standar kualitas yang sama,” ujar Benny.
Proyek Langka bagi Decorient
Benny mengungkapkan, proyek restorasi Rumah Raden Saleh memiliki daya tarik tersendiri bagi Decorient.
Selama ini, perusahaan lebih banyak menangani pembangunan gedung komersial, seperti hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas industri dan pabrik.
Pekerjaan restorasi bangunan bersejarah bukanlah proyek yang rutin dikerjakan perusahaan.
Karena itu, Rumah Raden Saleh menjadi kesempatan istimewa sekaligus tantangan untuk menunjukkan kemampuan Decorient dalam menangani bangunan dengan nilai sejarah tinggi.
Ketertarikan Benny semakin besar setelah mengetahui sosok Raden Saleh dan kiprahnya di dunia seni rupa internasional.
Karya-karya pelukis Indonesia tersebut telah mendapat tempat di berbagai museum di Eropa.
Menurut Benny, Rumah Raden Saleh bukan sekadar bangunan tua, melainkan bagian penting dari perjalanan sejarah dan warisan arsitektur Indonesia yang patut dilestarikan Bahan Bangunan
“Setelah melakukan riset, ternyata Raden Saleh merupakan sosok seniman luar biasa. Karya-karyanya dipamerkan di museum-museum Eropa. Bagi kami, proyek seperti ini mungkin hanya datang sekali dalam 50 tahun,” ungkapnya.
Dalam proses pemugaran, Benny menyebut tantangan terbesar adalah menjaga kekuatan struktur sekaligus mempertahankan sebanyak mungkin material asli bangunan.
Pasalnya, Rumah Raden Saleh dibangun dengan teknologi konstruksi abad ke-19 yang berbeda dengan sistem bangunan modern Info proyek terbaru
Struktur rumah tersebut menggunakan material bata dan batu, bukan konstruksi beton bertulang seperti bangunan masa kini.
Kondisi itu menuntut kehati-hatian ekstra dalam setiap tahapan pekerjaan agar pembongkaran maupun perbaikan tidak merusak struktur yang masih bertahan.Bahan Bangunan
Salah satu bagian yang membutuhkan perhatian khusus adalah rangka atap berbahan kayu jati.
Begitu pula lantai kayu yang sebagian kondisinya telah mengalami pelapukan.
Pintu-pintu lama juga tidak langsung diganti dengan material baru.
Decorient memilih mempertahankan komponen aslinya melalui proses pelepasan, perbaikan, penyelesaian ulang atau refinishing, kemudian dipasang kembali.
“Ketika melakukan restorasi, kita tidak boleh sampai membuat rumahnya justru rubuh. Struktur bangunan ini sudah berusia sekitar 170 tahun dan bukan menggunakan konstruksi modern. Karena itu, semuanya harus dikerjakan dengan sangat hati-hati,” jelas Benny.Bahan Bangunan
Ia menegaskan, prinsip utama pekerjaan restorasi bukan sekadar memperbaiki bangunan agar terlihat baru, melainkan menjaga nilai sejarah yang terkandung di dalam setiap bagian bangunan.
Progres Restorasi Capai 90 Persen
Benny menyampaikan bahwa progres pemugaran Rumah Raden Saleh telah mencapai sekitar 90 persen.
Decorient menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir 2026.Peralatan konstruksi
Pekerjaan restorasi tersebut berlangsung selama 14 bulan dengan mengutamakan standar keselamatan, ketelitian, dan kualitas konstruksi.
Nilai investasi proyek, menurut Benny, mencapai puluhan miliar rupiah.
Namun, ia belum dapat menyampaikan angka secara terperinci.
Setelah pekerjaan selesai, pengelolaan dan pemanfaatan bangunan selanjutnya akan mengikuti rencana Yayasan Kesehatan PGI Cikini selaku pemilik dan pengelola.
Benny berharap Rumah Raden Saleh dapat terus dilestarikan dan memperoleh perhatian lebih luas, termasuk dari komunitas pelestarian warisan budaya internasional.
Ia juga berharap bangunan tersebut mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dengan reputasi internasional sehingga nilai sejarah dan arsitekturnya semakin dikenal masyarakat dunia.Info proyek terbaru
“Kami berharap restorasi ini bisa diselesaikan dengan baik dan Rumah Raden Saleh dapat dimanfaatkan sesuai peruntukan yang direncanakan yayasan.
Harapan kami, bangunan ini terus dilestarikan dan mendapatkan perhatian dunia internasional,” tutur Benny.Bahan Bangunan
Melalui proyek tersebut, Decorient tidak hanya menjalankan pekerjaan konstruksi, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga salah satu peninggalan penting sejarah seni dan arsitektur Indonesia agar tetap dapat dinikmati generasi mendatang.
(Agus)














