Targetberita.co.id Jakarta, Langkah Pemerintah Kota Jakarta Timur menghadirkan arena tinju di kolong flyover Susukan-Ciracas mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati).
Fasilitas olahraga yang dibangun di kawasan rawan tawuran itu dinilai bukan hanya efektif meredam konflik remaja, tetapi juga berpotensi melahirkan atlet tinju masa depan.
Sekretaris Jenderal PB Tinju Indonesia (Perbati), Hengky Silatang, mengatakan gagasan yang diinisiasi Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, layak diapresiasi karena menghadirkan pendekatan nyata dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Arena yang dilengkapi ring tinju dan skatepark tersebut telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai fasilitas olahraga gratis untuk masyarakat. Lokasi itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rawan tawuran di Jakarta Timur.
“Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pak Munjirin. Selain untuk meredam angka tawuran, diharapkan dari arena ini akan muncul bibit-bibit petinju andal yang bisa dibina secara serius,” ujar Hengky.
Menurutnya, keberadaan arena tinju di ruang publik menjadi terobosan positif karena memberikan ruang alternatif bagi remaja untuk menyalurkan energi dan kompetisi secara sehat.
Ia menilai olahraga tinju mampu membentuk disiplin, mental bertanding, hingga rasa tanggung jawab.
Sebagai bentuk dukungan, Perbati berencana menurunkan pelatih profesional untuk memberikan pembinaan teknik dasar hingga pengembangan prestasi bagi anak-anak muda yang berlatih di arena tersebut.
“Kami tidak ingin mereka hanya sekadar naik ring dan saling pukul. Harus ada pembinaan teknik, disiplin, dan sportivitas agar olahraga ini benar-benar memberi manfaat,” kata Hengky.
Perbati juga menyiapkan program kompetisi tinju antar pelajar di DKI Jakarta yang melibatkan sasana tinju serta komunitas-komunitas olahraga masyarakat. Ajang itu diharapkan menjadi wadah pencarian bakat atlet muda potensial dari lingkungan perkotaan.
Hengky optimistis pembinaan berbasis komunitas seperti di kolong flyover Ciracas dapat membantu regenerasi petinju nasional, khususnya dari Jakarta.
“Nantinya DKI Jakarta tidak akan kehabisan stok petinju berbakat. Saya berharap konsep seperti ini bisa diperluas ke wilayah lain yang juga rawan tawuran,” ujarnya.
Sementara itu, Munjirin menjelaskan ide pembangunan arena olahraga tersebut lahir dari diskusi bersama forum pemuda pada akhir Desember 2025.
Dari berbagai usulan yang masuk, Pemkot Jakarta Timur memilih pendekatan olahraga karena dinilai lebih konkret dan langsung menyentuh kebutuhan anak muda.
“Sekarang ego dan energi besar anak-anak muda itu tidak lagi disalurkan di jalanan, tetapi dipindahkan ke dalam ring tinju resmi dan arena skatepark,” kata Munjirin.
Ia menegaskan kolaborasi dengan Perbati dilakukan agar pembinaan atlet muda berjalan berkelanjutan.
Selain mencetak prestasi olahraga, program itu juga diharapkan memperkuat solidaritas dan menekan potensi konflik antarremaja di lingkungan masyarakat.
(Agus)














